kekayaan ini untuk siapa ?
Kekayan
alam yang berada dibumi pertiwi ini mengundang
berjuta-juta mata Negara didunia melirik Indonesia. Tak akan ada satu matapun
yang bisa berkedip ketika mengetahui ada tanah surga ciptaan Tuhan yang
terhampar diatas bumi. Itu semua terbukti ketika belanda menguasai Indonesia
selama 300 tahun lebih.Dan semua ini juga telah memberikan fakta nyata bahwa
Indonesia bisa memikat hati bangsa lain, sehingga membuat para penjajah betah
berada dibumi Indonesia.
Kekayaan
alam yang begitu sangat nampak didepan mata, terhampar jelas dari sabang hingga
merauke dari pulau miangas (we) hingga pulau rote. Namun apa daya, ternyata
kekayaan Indonesia telah terlebih dahulu diketahui oleh bangsa lain darpada
oleh bangsa Indonesia sendiri. Indonesia telah terlambat untuk menyadari jika
alamnya ini menyimpan harta karun yang sangat berharga untuk kehidupan anak
cucunya kedepan.
Kenyataan
yang terjadi, kekayaan alam Indonesia ini tidak dapat dinikmati oleh rakyatnya
sendiri melainkan dinikmati oleh bangsa lain. Bukan hanya dijaman penjajahan
isi alam negeri ini telah dikeruk sepuasnya oleh bangsa asing. Bahkan di era
saat ini, bansa asing telah membabi buta mengeruk isi alam Indonesia dan
ironinya lagi, saudara sendiri yang sebangsa dan setanah air juga melakukan
pengerukan yang begitu bebasnya demi kepentingan diri sendiri bukan demi
kepentingan rakyat. Contohnya ialah Freeport, Indonesia telah dibodohi
habis-habisan oleh Negara adidaya . Padahal ada orang Indonesia yang ahli dan
handal dibidang tersebut. Namun ternyatabukan hanya masalah pikiran dan
kepandaian semata, semuanya sudah berkaitan dengan aspek politik. Indonesia
dengan begitu bodohnya patuh dan tunduk dibawah kaki Amerika.
Sungguh
begitu ironi yang terjadi ditanah surga ini, kenikmatan pemberian dari Tuhan
yang seharusnya dinikmati oleh rakyat Indonesia namun malah dinikmati oleh
bangsa lain. Kekayaan yang seharusnya diolah diri sendiri, namun ternyata
diolah oleh orang lain.Negeri yang seharusnya ‘kaya’ malah menjadi ‘miskin’ dan
negeri yang seharusnya ‘miskin’ malah menjadi ’kaya’. Semua ini membuat rakyat
Indonesia semakin sengsara, rakyat semakin terlindas bin tertindas.
Bahkan
saking mengerikan dan tidak pantasnya hukum di negeri ini, begitu pintarnya
para penguasa di negeri ini menjungkir balikkan fakta, aturan, bahkan
undang-undang. Semuanya dilakukan untuk memudahkan pihak-pihak asing untuk
mengeruk, menjarah, menikmati, bahkan menguasai kekayaan alam Indonesia. Demi
memupuk harta yang gak bakalan dibawa mati para penguasa rela menjual martabat
dan harga diri bangsa sendiri. Sungguh perbuatan yang sangat mengerikan, tidak
pantas, dan begitu sadisnya yang dilakukan oleh para penguasa bangsa ini.
Bagaimana
bisa nengeri ini akan beridiri diatas kaki sendiri (berdikari) dibidang ekonomi?
jika tetap tergantung kepada negeri lain. Bukankah Bung Karno dalam pidatonya
ketika menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal
17 agustus 1964, beliau mengingatkan kita jika bangsa Indonesia ini adalah
bangsa yang kaya dengan sumber daya alam (SDA) baik di daratan maupun di
lautan. Beliau, juga menyampaikan bahwa SDA yang ada di inonedsia belum bisa
membangkitkan ekonomi nasional dikarenakan tingkat ketergantungan terhadap
pranata ekonomi asing yang sangat tinggi.
Penting
sekali bangsa Indonesia untuk berdiri diatas kaki sendiri dalam mengatur
perekonomian demi kesejahteraan rakyat. Karena, jika Indonesia tetap tergantung
terhadap ekonomi bangsa lain, semua ini tidak akan dapat menjamin kesejahteraan
bagi rakyat indonesia,namun akan berpotensi resesi ekonomi nasional yang
berkepanjangan. Pidato beliau (Bung
Karno)ternyata terbukti dan dapat kita rasakan sendiri saat ini. Dimanabangsa
yang subur ini ternyata malah tergantung kepada bangsa lain, yang menyebabkan
bangsa ini semakin terpuruk terbawa arus dibawah dasar lautan yang terdalam.
Oleh
sebab itu, seharusnya para petinggi negeri ini lebih memikirkan para rakyatnya
untuk mengolah tanah ladangnya agar tidak terbengkalai. Karena sesungguhnya
disanalah tertimbun harta yang sangat berharga, harta yang tak ternilai dan tak
akan ada habisnya walau diterpa krisis badai ekonomi yang akan melanda dunia.
Dan, kita harus cepat bertindak untuk mengembalikan hak-hak yang seharusnya
menjadi milik bangsa ini. Tuhan memberikan kenikmatatan semua ini, karena Tuhan
percaya kepada bangsa Indonesia untuk mengolah dan menjaga tanah surga ini demi
kelangsungan hiduprakyat banyak dan anak cucu masa yang akan datang.
Jaka herlambang


Komentar
Posting Komentar