MEMORIAM dan MENELISIK KENAIKAN BBM
MEMORIAM dan MENELISIK KENAIKAN BBM
Oleh: Ratna Sari
Pitaloka
Telah tujuh hari
lebih sejak dikeluarkannya kebijakan dari pemerintahan yang dipimpin presiden
Joko Widodo (Jokowi) tentang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tepatnya pada tanggal 18 November 2014. Selama lebih
dari 7 hari Indonesia dilimuti berbagai macam gejolak, aksi penolakan kenaikan
bbm terjadi disepanjang nusantara. Aksi damai, aksi anarki dan aksi yang lain
sebagainya merebah dan memenuhi kolom berita diberbagai media baik media cetak
maupun media elektronik.
Kebijakan yang
begitu berani diambil oleh Presiden Jokowi, mengapa saya katakana demikian?
Iya, karena usia pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla
baru berusia jagung, selain itu
sebagaimana kita ketahui bersama jika bahan bakar minyak naik maka
secara tidak langsung harga-harga barang baik sembako, property dan lain-lain yang
berda dipasar juga sewa kos-kosan, kontrakan akan mengalami inflasi harga.
Mungkin itulah salah satu alasan kawan-kawan mahasiswa di Nusantara melakukan
aksi turun jalan untuk melakukan penolakan tentang kenaikan bahan bakar minyak.
Tapi kita
janganlah melihat dari satu sudut pandang saja, mari kita lihat dari sudut yang
lainnya. Seperti yang kita ketahui bersama kawan-kawan, kebijakan yang diambil
pemerintah ini bukanlah suatu tindakan yang begitu saja terjadi. Ketika
pemerintah mengumumkan tentang kenaikan harga bbm, bukankah pemerintah juga
mempunyai alasan tersendiri mengapa pemerintahan sekarang menaikkan bbm. Salah
satu alasan yang tersebar ditelinga masyarakat ialah tentang pengalihan subsidi
bbm kepada sector yang lainnya sebagaimana statement Presiden Jokowi disaat pengumuman kenaikan harga bbm: “Untuk rakyat kurang mampu
disiapkan perhitungan sosial berupa paket, kartu keluarga sejahtera, kartu
Indonsia Sehat, kartu Indonesia pintar, yang dapat dapat untuk menjaga daya
beli rakyat dan memulai usaha-usaha di sektor ekonomi produktif," beber Jokowi
(http://news.metrotvnews.com/)
Dari statement
yang disampaikan oleh pemerintah, kita dapat mendengar bersama bahwa tujuan
pemerintah menaikkan bbm juga untuk kepentingan rakyat. Subsidi yang semula
dipergunakan untuk mensubsidi bbm kini subsidi tersebut akan ‘dialihkan’ ke
sector lain seperti infrastruktur. Pemerintahan Kabinet Kerja akan memperbaiki
dan membangun infrastruktur di sepanjang Nusantara.
Kita sebagai
pemuda bangsa Indonesia dimana kelak akan mengambil estafet kepemimpinan. Kita
semua harus berfikir secara jernih untuk mengambil sikap kita terhadap setiap
kebijakan yang diambil oleh pemerintahan sekarang. Janganlah hanya terbawa oleh
hawa nafsu sesaat tanpa melihat apa yang akan terjadi kedepannya dari sikap
yang kita buat. Mari kita kawal bersama pemerintahan yang dipimpin oleh
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta segenap jajaran
kementerian periode 2014-2019 (Kabinet Kerja). Setiap pengawalan kita dimana
tujuannya untuk mencapai Keadilan dan Kemakmuran Rakyat Indonesia yang
bersumber dari cita-cita Revolusi Indonesia yaitu the Social Conscience of Man.
Info lebih lanjut:



Komentar
Posting Komentar