PERANAN PEMUDA dalam MENCAPAI CITA-CITA INDONESIA yang TERMAKTUBKAN DALAM TRI SAKTI

PERANAN PEMUDA dalam MENCAPAI CITA-CITA INDONESIA yang TERMAKTUBKAN DALAM TRI SAKTI

Pejuang, istilah ini memang pantas dikalungkan bagi Negara/bangsa yang telah merasakan gula dan garamnya dari sebuah perjuangan untuk mengusir para penjajah dari tanah airnya. Darah, air mata, tenaga, waktu dan lain sebagainya dipertaruhkan demi meneriakkan sebuah kata “kemerdekaan”. Kemerdakaan dari setiap tindak penindasan. Kemerdekaan dari eksploitasi yang dilakukan oleh golongan-golongan tertentu baik dari bangsa lain ataupun dari bangsa sendiri, serta kemerdekaan demi tercapainya keadilan dan kemakmuran untuk seluruh umat manusia.
Perjuangan yang terjadi selama bertahun-tahun, bukanlah perjuangan yang hanya mengandalkan otot semata. Akan tetapi, perjuangan yang juga dibarengi dengan pemikiran-pemikiran, gagasan-gagasan, ide-ide dan serta taktik untuk menembus benteng kolonialisme, imperialism, dan serta isme-isme lainnya  yang telah lama menghantui kehidupan masyarakat dan merusak ekosistem alam. Karena jika perjuangan tanpa adanya pemikiran itu sama saja dengan perbuatan anarki, begitupun sebalikanya jika hasil dari pola pikir tidak direalisasikan atau diterapkan semuanya akan sia-sia menjadi semu atau fiktif belaka. Gagasan – gagasan yang ada hanya akan berputar-putar didalam otak pemikirnya hingga terbawa mimpi dalam tidur yang nyenyak dan menjadi teman setia dalam kesepian.
Setiap Negara/bangsa didunia ini mempunyai sejarah perjuangan berbeda-beda. Perjuangan yang terjadi di Indonesia akan berbeda dengan dengan perjuangan yang terjadi di Perancis, di India, di Rusia dan Negara-negara lainnya. Perbedaan sejarah dari perjuangan antar Negara/bangsa terletak pada kultur, kondisi/keadaan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, siapa yang menggerakkan dan siapa yang digerakkan dan yang terpenting tujuan dari semua ini untuk atau demi kepentingan siapa.
Bangsa Indonesia mempunyai cerita tersendiri tentang sebuah perjuangan yang bergejolak mulai pra-kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan. Yang menjadi catatan dari jalannya cerita perjuangan bangsa Indonesia ialah para pemuda bangsa dari sabang hingga merauke yang ternyata menjadi tokoh sentral dari alur cerita perjuangan bangsa ini. Batasan usia yang dikatakan pemuda di setiap Negara berbeda-beda semuanya tergantung dari kebijakan pemerintah di Negara yang bersangkutan. Di Indonesia sendiri, pemuda diartikan bahwa penduduk yang berusia antara 15 sampai dengan 35 tahun.  Para tokoh pemuda mendominasi isi dari buku sejarah bangsa Indonesia, karena para pemudalah yang menjadi penggerak, pelopor, garda terdepan dalam menghadapi setiap persoalan yang terjadi di negeri ini. Para pemuda selalu melahirkan berbagai pemikiran dan gerakan yang menuju terhadap perubahan dan perbaikan di Indonesia.
Indonesia, bangsa yang begitu kaya akan sumber daya alam yang ada disepanjang garis nusantara, bangsa yang kaya akan sumber daya manusia yang menempati dataran kepulauaan dari sabang hingga merauke. Sehingga tidak dapat dipungkiri jika Indonesia mempunyai nilai lebih dari Negara-negara lain.
Ini semua terbukti ketika orang belanda datang ke Indonesia pada abad ke-16, pada awalnya kedatangan mereka disambut ramah tamah oleh rakyat Indonesia. Seiring bergulirnya waktu orang belanda telah menampakkan sifat asli mereka yang ternyata berkeinginan menjajah bangsa Indonesia. Walaupun demikian bukan berarti belanda tidak mendapatkan perlawanan dari rakyat Indonesia. Semua terbukti ketika itu telah ada perlawanan dari rakyat Indonesia dari sabang hingga merauke, yang tak dapat dihindari dari orang-orang belanda yang menginjakkan kaki di bumi Indonesia.
Para pemuda tergabung dalam gerakan melawan pemerintahan colonial belanda di berbagai daerah di Nusantara. Namun, perlawanan yang bergulir dapat dipatahkan oleh pemerintah colonial, karena perlawanan yang terjadi di bangsa Indonesia waktu itu masih bersifat kedaerahan dan perlawanan dari yang satu dengan yang lainnya masih belum teroganisir, persenjataan yang masih kalah modern dari penjajah.
Decade 1908-1918, telah lahir sebuah organisasi modern yaitu Budie Oetomo yang menjadi awal gerakan pemuda Indonesia. organisasi ini lahir tanggal 21 Mei 1908 yang kini dikenal dengan Hari Kebangkitan Nasional . Awal kebangkitan nasional ini tidak dengan sendirinya, akan tetapi berawal dari rasa keprihatitan pemuda saat itu terhadap kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan, dimana semua disebabkan dari politikkolonial belanda pada waktu itu.
Decade 1918-1928, telah banyak berdiri perkumpulan pemuda di Nusantara mulai dari Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Pasundan, Pemuda Betawi dan lain sebaiganya. Perkumpulan ini diikuti juga oleh pekembangan organisasi pemuda yang bersekolah di luar negeri. Tahun 1926 para pemuda ini mengadakan kongres pemuda pertama di Nusantara yang mencanangkan suatu organisasi pemuda tingkat Nasional. Kongres pemuda kedua dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 1928 dimana pada kongres kedua ini menghasilkan satu kesimpulan bahwa bangsa Indonesia ingin merdeka, bangsa Indonesia harus bersatu. Untuk itu mereka bersumpah yang terkenal dengan nama sumpah pemuda yang diikrarkan pada akhir kongres 28 Oktober 1928.
Masih banyak lagi kenangan dari perjuangan pemuda yang harus dikenang, perjuangan yang terjadi di decade 1938-1948, 1948-1958, 1958-1968, 1968-1978, 1978-1988, 1988-1998 dst. Perjuangan pemuda terdahulu harus tetap dan terus berkobar dalam jiwa setiap insan pemuda Indonesia saat ini. Karena setiap insan pemuda Indonesia telah mengalir darah pejuang dan otak pemikir yang diwariskan dari pemuda-pemuda terdahulu.
Bangsa indonesia mempunyai cita-cita besar untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan merealisasikan Tri Sakti Pancasila. Dimana Tri Sakti berisikan 1.Berdaulat di bidang politik, 2.Bediri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan 3.Berkepribadian yang berkebudayaan.
Dari cita-cita agung yang diinginkan oleh para pendiri bangsa serta konsep atau sebuah jalan yang disusun oleh bapak bangsa Indonesia Ir.Soekarno untuk generasi selanjutnya seakan hanya akan menjadi sebuah wacana saja. Karena jika melihat kepribadian rakyat indonesia sekarang, timbul pertanyaan tentang siapakah yang akan dan harus menjadi penggerak utama untuk menggapai cita-cita bangsa menuju masyarakat yang adil dan makmur ?. Jika dalam buku sejarah Indonesia menyatakan bahwa  pemuda yang paling mendominasi dalam perjuangan bangsa, pemudalah yang selalu menjadi garda terdepan dalam menghadapi permasalahan bangsa. Sehingga timbul pertanyaan kembali tentang pemuda Indonesia saat ini, bagaimana peran pemuda Indonesia saat ini? Apakah peran pemuda Indonesia sekarang dalam mencapai cita-cita bangsa? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan tentang peranan pemuda Indonesia sekarang.
Ketika melihat pemuda-pemuda sekarang berbeda jauh dari pemuda-pemuda terdahulu. Entah apa penyebab dari semua ini, mungkinkah karena individunya?, akibat dari globalisasikah yang kini merajalela?, atau ada factor lain penyebab dari semua ini.
Perkembangan politik di negeri ini sekarang dapat dikatakan sudah “tidak waras”. Dimana para elite politik yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat, kini malah menjadi penyambung bisnis aristocrat. Semakin gilanya politik yang terjadi di negeri ini, menambah kesuraman untuk mencapai kedaulatan dibidang politik sebagaimana yang termaktubkan didalam Tri Sakti. Dan akan semakin tambah suram ketika mengetahui sikap dari pemuda sekarang yang mengacuhkan permasalahan dunia politik di Indonesia saat ini. Pemuda yang dicanang-canangkan sebagai generasi bangsa. Apakah sepantasnya bersifat acuh terhadap permasalahan bangsa yang terjadi saat ini? Sedangkan pemuda, kelak akan menggantikan estafet kepemimpinan negeri ini.
Berbicara masalah perut juga akan berbicara tentang ekonomi. Indonesia sebagai negeri yang kaya seharusnya dapat mencukupi kebutuhan hidup rakyatnya. Dengan bermodal sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, sepatutnya Indonesia dapat berdiri diatas kaki sendiri (berdikari) dibidang ekonomi. Konsep berdikari yang diimpikan bangsa Indonesia ini, hanya akan menambah deretan bintang-bintang di atas kepala.
Bangsa Indonesia terkenal dengan keramah tamahannya, keanekaragaman, rasa persatuan, pribadi gotong-royong dan lain sebgainya. Kini kepribadian bangsa Indonesia semakin melenceng dari kepribadian asli bangsa Indonesia terutama para generasi muda. Pemikiran pemuda sekarang berbeda dengan pemikiran pemuda terdahulu. Kini para pemuda bertindak secara individu, perjuangan yang dilakukan demi kepentingan diri sendiri. “Aku yang berjuang lebih, aku pula yang harus mendapatkan untung lebih” kalimat inilah yang selalu mereka pertahankan. Sehingga tidak heran jika sekarang pemuda-pemuda Indonesia saling sikut, saling tendang sesama saudara sebangsa dan setanah air demi tercapai hawa nafsunya.

Pemuda Indonesia sekarang sepatutnya insyaf dan mendapatkan siraman qolbu dengan merefleksikan semangat api yang berkobar-kobar dari insan-insan pemuda dahulu. Dimana pemuda nusantara bersatu tanpa memandang suku, ras, agama, dan lain-lain untuk menjadi garda terdepan dalam  menghadapi setiap permasalahan bangsa demi tercapainya tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.


Tulisan ini telah dimuat di Majalah Liberdade Edisi I November 2015

Komentar