PERKEMBANGAN BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DARI ZAMAN PERBURUAN - ZAMAN VISUAL …(1)
PERKEMBANGAN BAHAN KONSTRUKSI
BANGUNAN DARI ZAMAN PERBURUAN - ZAMAN VISUAL …(1)
Oleh:
Jaka Herlambang
CP:
085940857879
“
Jadi seorang engineer itu, kalau dia berhenti belajar hari ini,
maka dia sudah jadi mantan”
(Ir. Davy Sukamta, IP-U)
Perubahan
zaman adalah suatu keniscayaan bagi
manusia. Semuanya terjadi begitu saja dan bergerak secara natural (alamiah).
Perubahan zaman tak dapat dibantah dengan logika apapun. Betapapun kekuatan
yang manusia miliki, berapapun kekayaan yang manusia simpan, apapun yang telah
manusia kuasai tidak akan dapat membendung yang namanya perubahan zaman.
Belum
ada bidang ilmu yang dapat menyatakan dengan pasti sejak kapan manusia ada di
bumi. Hipotesis yang masih kuat untuk
menyatakan awal kehidupan manusia yaitu bahwa manusia telah lebih dari ratusan
ribu atau jutaan ribu tahun yang lalu mendiami muka bumi. Masih diperlukan penelitian
lanjutan untuk menentukan secara pasti, kapan pertama kali manusia menginjakkan
kaki di bumi hingga dapat beranak- pinak hingga sekarang. Dalam tulisan ini
tidak akan membahas masalah diatas akan tetapi akan memusatkan perhatian pada
konstruksi yang digunakan oleh manusia dari zaman batu hingga zaman visual
dalam perencanaan bangunan tempat tinggal (rumah).
Manusia-manusia
purbakala pada mulanya hidup secara berkelompok didalam rimba-rimba dan bertempat
tinggal di gua-gua. Mereka hidup secara “nomade”,
berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat yang lain, sehingga “rumah” tak
perlu dimiliki oleh manusia-manusia purbakala. manusia purbakala dalam
melangsungkan kehidupannya bergantung pada persediaan makanan yang disediakan
oleh hutan yang mereka diami, jika hutan sudah tidak dapat memenuhi atau
menyediakan untuk kebutuhan hidup maka mereka (manusia purbakala) akan pindah
ke hutan lain yang dapat memenuhi kebutuhan hidup bagi kelompoknya.
Tingkat
selanjutnya setelah zaman perburuhan. Manusia-manusia purbakala dengan
perkembangan kecerdasan, mulai mengenal dan beralih ke pertanian dan
peternakan. Zaman pertanian dan peternakan adalah satu tingkatan yang lebih
tinggi daripada zaman perburuhan. Dari zaman inilah manusia tidak lagi
menjalankan kehidupan secara nomade,
akan tetapi telah menetap di tempat tersebut dengan membuat tempat tinggal
(rumah) sebagai tempat perlindungan diri dari serangan binatang buas.
Dalam
perencanaan suatu bangunan, harus dipikirkan dan diperhitungkan secara baik bahan
konstruksi apa yang akan digunakan. Agar bangunan dapat berdiri dengan kokoh
dan bertahan lama. Ketika pada masa hidup manusia-manusia purbakala persediaan
kayu di hutan masih sangat melimpah. Maka tidak heran jika bahan konstruksi
yang digunakan semua terbuat dari bahan dasar kayu. Dinding bangunan, Alas
bangunan, Penutup (Atap) bangunan, semua menggunakan bahan dasar kayu dan bahan
tambah lainnya yang mudah didapat disekitar lingkungan tempat tinggal (misal:
daun pohon sebagai atap atau tali pengikat antar elemen bangunan menggunakan
rotan). Namun, keterbatasan peralatan yang dimiliki manusia purbakala
menyebabkan proses pembangunan rumah menyulitkan dalam proses pengerjaan dan
konstruksi bangunan masih sangat sederhana.
Bahan
konstruksi terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan tingkat
kecerdasan manusia dari masa ke masa. Bahan konstruksi kayu pada zaman visual
saat ini mulai ditinggalkan karena kayu sulit didapat dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi juga merupakan salah satu sebab dan solusi dalam
menghadapi kesukaran mendapatkan kayu untuk digunakan sebagai bahan dasar
konstruksi. Pengganti dari bahan dasar kayu tersebut ialah beton dan baja yang
memiliki kekuatan yang baik.
Bersambung…
REFERENSI
Nugroho, Fajar, 2014, Baja Ringan Sebagai Salah Satu Alternatif
Pengganti Pada Struktur Rangka Kuda-Kuda Ditinjau dari Segi Konstruksi
(Pendahuluan), Journal Momentum: Padang.
Soekarno, Ir., 2003, Sarinah (Bab III ‘Dari Gua Ke Kota’),
Yayasan Gema Indonesia dan Pena Persada: Yogyakarta.



Komentar
Posting Komentar