Asal-Usul jangan buat "Gajul"
Oleh: Jaka Herlambang
Sumber Gambar: Infokekinian.com
Apa sih
motifasinya mempertanyakan asal seseorang? Buat tambah koleksi daerah
pertemanan om ya om?. Emang teman itu mainan pakek dikoleksi.
Namun ada suatu ketika bertemu pertama kali namun lawan bicara kita merasa akrab dengan kita karena memiliki teman
yang sedaerah dengan kita (terus gua harus bilang wawww gitu?). Padahal kita
gak kenal dengan orang yang dia sebut (kan beda lokasi mana bisa saya tahu)
Lebih parahnya lagi ketika orang yang baru kita kenal bicara tentang daerah kita yang
seakan tahu banget tentang daerah kita dari pada kita sendiri. Kalau pas
ditanya udah pernah kesana cak? Jawabannya “belum cak” cuma cerita dari teman
saya yang dari tempatmu juga. Hadehhh… pliss dehh jangan SKSD.
Menurut hemat
saya (walau sebenarnya sedikit boros ngurus masalah keuangan) hidup di sebuah
bangsa besar dan terdiri dari masyarakat majemuk (suku, ras, agama, budaya dan
sebagainya). Hal-hal yang tidak perlu semacam itu tak perlu dipertanyakan lagi.
Kecuali kalau kamu ada udang dibalik batu karang (ngeri ya peribahasanya
padahal udang otaknya kecil atau bisa jadi gak ada). Uppsss… ada yang merasa
kesenggol nih. Maaf khilaf.
Kebhinnekaan
yang ada di negara ini kan sudah sepakat menjadi satu sejak jaman bahula.
Tergabung dalam satu wadah bernama “Negara Kesatuan Republik Indonesia” NKRI. INGAT-INGAT NKRI. terus ngapain lagi
nanya-nanya asal daerah?. Gak kekinian banget deh ya… atau gak ada referensi
pembuka obrolan? Cari sana ditempatnya.
Mempertanyakan
tentang asal kedaerahaan seseorang “takutnya” dikemudian haru hanya akan timbul
penyakit-penyakit kronis yang berwatak “jahat” dalam hati sanubari sebangsa dan
satanah air. Seperti mempergunakan asal kedaerahan sebagai sentiment kebencian
ketika nanti saya, kamu, dia atau mereka udah gak suka sama aku, kamu, dia atau
mereka.
Primitf banget sih hiduploh. Kok masih menimbun semangat kedaerahan
didalam satu tubuh NKRI. Wudhu dulu deh biar bersih.
Masalah asal
kedaerahan aja udah rame. Apalagi kalau udah mempertanyakan masalah yang lain.
Seperti agama yang lagi nge-hits di televisi. Wahhh… gak bisa nulis
saya kalau udah tentang ini. Nanti malah dilaporin ke pak polisi. Kasian calon
istri, calon anak dan calon cucu saya kelak (masih calon lohhh kan belum nikah).
Kalau saya boleh
usul, sekali lagi kalau boleh dan semoga dibolehkan dan kalau bisa
dibolehkanlah saya berusul. Ngapain ribut-ribut masalah seperti itu (kayak gak
ada job aja). Kalau Gus Dur ada
beliau bakalan geli liat kondisi bangsa kayak gini (nyuwun pangapunten Gus saya bawa njenengan). Apalagi Bung Karno dan para pendiri bangsa yang sudah
gugur mendahului kita (ayo mengheningkan cipta dulu) melihat kondisi bangsa
sekarang. Haduhhh… hancur lebur. Ayo tobat-tobat cak!!!. Ayo saling berpelukan
kayak teletubbies gitu lohh… kan wenak di
sawang timbang saling sleding tekel meskipun bukan konco kenthel. TETAP PERTAHANKAN SATU NKRI, SEKALI LAGI NKRI HARGA MATI.
#stop_sleding_tekel_sebangsa_satanahair



Komentar
Posting Komentar