TULISAN IMPORT DAN LIDAH ORANG INDONESIA

Sumber foto: hipwee.com



Setelah persidangan “katanya” kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Koh Ahok. Didunia nyata ataupun maya langsung viral tentang kesalahan penulisan yang seharusnya “Pizza Hut” menjadi “Fitsa Hats” dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Mulai dari Pemuda kekinian, Anak kemarin sore, Pembela Kebenaran langsung update status dengan berbagai macam pandangan ada yang nyinyir, buat eksis biar dikatakan update. Mending kalau tahu permasalahannya kalua gak tahu? Wah parah… ini bisa lari ke unsur Pitnah nanti.

Melafalkan kata-kata asing bagi bibir kita tentu sulit untuk diucapkan apalagi ketika dituntut harus sesuai dengan asal kata tersebut. Hidup udah pahit ditambah lagi masalah bicara. Kok  sulit bahasa ente pakdhe.

pembaca yang budiman dan dirahmati Allah. Coba dengarkan dengan seksama-seksamanya percakapan orang-orang disekeliling kita, termasuk ane dan ente juga yeee. Bagaimana ketika mengucapkana kata-kata import dari negeri seberang, negeri paman sam, negeri jiran dan negeri-negeri lain nan jauh sana dari nusantara.

Tak kasih contoh ajalah: Sunan Kalijaga ketika masyarakat jawa ingin masuk islam diminta pertama kali harus membaca “Kalimat Syahadat” tapi karena yang mendengar orang jawa dan lidahnya lida jawa jadi “Kalimosodo”.

Syekh Siti Jenar pernah berucap kata “Syari’at” kepada muridnya elah dalah malah sama si murid diucap menjadi  “Syarengat” karena bagi dia lebih enak diucapkan dan sesuai dengan lidah.

Nah dari pendengaran berlanjut kepengucapan dan berhenti di penulisan jadi berbeda deh dari aslinya yang dari asalnya tulisannya gini yang nerima tulisannya jadi gitu. Tapi itu mah bukan maslah yang besar selama isi dari tulisan tersebut sama si penerima daar dipahami sesuai dengan kaidah-kaidahnya.


Jangan sampai hanya masalah penulisan dan pengucaan nanti malah bakalan ada UU dan Fatwa yang menharuskan sesuai dengan aslinya. Waduh.. kalu udah kayak gini mah udah melawan kodrat Tuhan (kayaknya sih gitu). Manusia kan diciptakan berbeda-beda sama Tuhan biar saling menghiasi dan melengkapi.

Salam Persatuan!

Komentar